Dekan FAI UNU Blitar Berikan Kajian Rutin Kitab Qamiut At-Thughyan pada MATAN Blitar

Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar diminta Mahasiswa Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (MATAN) untuk mengisi kajian rutin “Kitab Qamiut at-Tughyan” karya Syaikh Muhammad Nawawi Al-Bantani setiap Minggu Legi pukul 08.30 – 10.00 WIB di Pondok Pesantren Al-Qasimiyah Sekardangan Kanigoro Blitar. Pondok pesantren tersebut merupakan rintisan lembaga yang bergerak dalam bidang thariqah yang diinisiasi oleh Ustadz Wildy Sulton dari Lamongan dan Ustadz Miftaqul Huda dari Kediri.

Menurut Dr. Arif Muzayin Shofwan, M.Pd. bahwa “Kitab Qamiut at-Tughyan” karya Syaikh Muhammad Nawawi Al-Bantani adalah kitab komentar (syarah) dari syair atau nadzam “Syu’bul Iman” (cabang iman) karya Syaikh Zainuddin bin Ali bin Ahmad As-Syafii Al-Kusyini Al-Fanani Al-Malibari yang wafat tahun 972 H. Daerah Malibari jaman dahulu berada di dalam wilayah otorutas India Selatan.

“Isi dari Kitab Qamiut at-Tughyan menjelaskan tentang cabang-cabang iman yang berjumlah 77 cabang. Rasulullah SAW bersabda, ‘Iman memiliki 77 cabang, cabang iman yang tertinggi adalah lafadz Lailahaillalah (Tiada Tuhan Selain Allah), dan cabang iman yang paling rendah adalah menyingkirkan duri di jalan”, ungkap Dr. Arif Muzayin Shofwan yang membunyikan hadist Nabi Muhammad SAW dari kitab tersebut.

Berikut beberapa hal yang menjelaskan terkait keimanan dalam kitab tersebut, antara lain: Sabda Rasulullah SAW: “Tidaklah sempurna iman seseorang di antara kalian, sehingga aku lebih dicintainya daripada dirinya sendiri, hartanya, anaknya, orang tuanya, dan seluruh manusia” (HR. Bukhari). Sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya dia berkata baik atau diam. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia memuliakan tamunya” (HR. Bukhari Muslim). Sabda Raslullah SAW: “Laitsal Mu’minu Bi Huqudin” (Pendendam itu tidak termasuk orang yang beriman).

Dan tentu masih banyak lagi penjelasan tentang keimanan dan cabang-cabangnya dari Syaikh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi dalam kitab tersebut. Sedangkan terkait “takwa” dalam kitab tersebut telah dijelaskan dalam firman Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam” (QS. Ali Imran: 102). 

“Jika kita ingin mempelajari cabang-cabang dari iman, maka kita harus mempelajari Kitab Qamiut At-Tughyan. Kita akan mendapatkan banyak pelajaran dan hikmah dari kitab ini. Sudah tepat jika kitab ini dikaji oleh Mahasiswa Ahlit Thariqah An-Nahdliyah (MATAN) Blitar Raya. Sebab tujuan bertarekat adalah mempertebal keimanan kepada Tuhan”, ujar Arif mengakhiri. []