FAKULTAS AGAMA ISLAM UNU BLITAR ADAKAN SEKOLAH TASAWUF

Pada hari Ahad (22/8/2021) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar bekerjasama dengan Pondok Pesantren Riyadhus Samawi Satreyan Kanigoro Blitar bersama Mahasiswa Ahlit Thariqah An-Nahdliyah (MATAN) Blitar Raya mengadakan Sekolah Tasawuf bertajuk “Menjadi Sufi Masa Kini, Siapa Takut?”. Acara yang diselenggarakan di Aula Pondok Pesantren Riyadhus Samawi tersebut dibuka oleh Dr. Arif Muzayin Shofwan, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Agama Islam UNU Blitar.

Kyai Ahmad Taufiq, M.Pd., selaku dosen Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) UNU Blitar dan pemateri sekolah ini menyatakan bahwa tasawuf adalah ilmu agama Islam yang berfokus pada akhlak atau moralitas. Istilah tasawuf berasal dari bahasa “tashawwaf yatashawwafu tasawwufan”, artinya berbulu banyak. Yakni seorang sufi jaman dahulu selalu memakai pakaian wol yang terbuat dari bulu domba. Ada yang mengatakan istilah tasawuf berasal dari kata shafa, artinya jernih atau bening. Yakni, serang yang selalu mensucikan lahir dan batinnya dari segala kekotoran.

“Istilah tasawuf berasal dari kata ‘shufanah’ yang diartikan sebagai kayu yang tumbuh di padang pasir. Sebab ajaran asawuf dapat bertahan dalam situasi yang penuh pergolakan, ketika umat Islam terbuai dalam materialism serta kekuasaan, sebagaimana kayu shufanah yang betahan hidup di tengah padang pasir yang tandus”, ujar Kyai Taufiq menambahkan.

Sementara itu, Kyai Ahmad Sholikul Anwar selaku Pengasuh Pondok Pesantren Riyadhus Samawi dan pemateri kedua dalam acara ini menyatakan bahwa tasawuf merupakan bagian dari ilmu Islam yang sangat penting. Dalam Islam ada tiga ilmu dasar yang perlu dipahami, yaitu ilmu tauhid, ilmu fikih, dan ilmu tasawuf/akhlak. Tasawuf adalah perwujudan dari ihsan dalam syariat Islam. Tasawuf adalah ilmu yang berfokus pada pembangunan diri terkait akhlak/moral. Tasawuf adalah ilmu yang merupakan penempuhan perjalanan jiwa/hati.

Alhamdulillah, acara Sekolah Tasawuf ini berjalan dengan lancar. Mudah-mudahan apa yang disampaikan para pemateri banyak membawa kontribusi yang banyak bagi para peserta. Ilmu tasawuf sangat penting pada masa lalu dan masa kini. Sebab ilmu tasawuf merupakan sebuah ilmu yang bisa menjernihkan jiwa dan raga. Jika kita mampu melakukan hal tersebut maka akan benar-benar menjadi sosok yang utama”, ujar Dr. Arif Muzayin Shofwan, M.Pd., mengakhiri.