Dekan FAI UNU Blitar Berikan Kuliah Filsafat untuk Peradaban Islam

Pada hari Sabtu (17/12/2022) Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar mengadakan Kuliah Umum dan Tasyakuran Akreditasi bertajuk “Urgensi Filsafat untuk Membangun Peradaban Islam” dengan nara sumber Dr. Arif Muzayin Shofwan, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Agama Islam UNU Blitar. Acara yang dihadiri pada dosen dan mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam tersebut diadakan di Kampus 3 Graha NU Minggirsari Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar.

Muh. Mirwan Hariri, M.I.Kom., selaku Ketua Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) menyatakan  rasa syukur tak terhingga, di mana atas perjuangan dari berbagai pihak program studi KPI telah mendapatkan akreditasi baik. Sebagai ungkapan rasa syukur, kemudian diadakan kuliah umum dan tasyakuran. Menurutnya, apapun yang selalu disyukuri pasti akan ditambah nikmat-nikmatnya oleh Allah, “(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman, Sesungguhnya jika kalian bersyukur, niscaya Aku tambah nikmat kepada kalian, tetapi jika kalian mengingkari nikmat-Ku, sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras” (QS. Ibrahim: 7).

Dalam kuliah umumnya, Arif menyatakan bahwa menurut Syaikh Abdurrahman Al-Akhdari dalam Kitab Sullamul Munawraq disebutkan tentang hukum mempelajari ilmu logika (ilmu mantiq) yang merupakan bagian dari filsafat. Ada beberapa hukum mempelajarinya, yaitu: 

Pertama, Ibnu Sholah (1181-1243 M) dan Abu Zakaria bin Syaraf An-Nawawi (1233-1277 M) mengharamkan mempelajari ilmu filsafat. 

Kedua, Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali (1059-1111 M) menganjurkan mempelajari ilmu filsafat bagi orang tertentu yang sempurna akalnya. Dalam kitab tersebut disebutkan, “wal qaulatul masyhuratus shahihah, jawazuhu li kamilil qarihah”, artinya adapun pendapat yang masyhur adalah boleh mempelajarinya bagi mereka yang berakal sempurna. 

“Filsafat merupakan induk atau ibunya ilmu pengetahuan. Filsafat mempelajari tentang ontology, epistemologi, dan aksiologi. Filsafat mengkaji tentang ilmu logika, etika, dan estetika. Oleh karena itu, hendaknya ada sebagian umat Islam yang memang fokus mempelajari filsafat. Sebab kejayaan Islam di masa Khalifah Dinasti Abbasiyah salah satunya juga disebabkan oleh kemajuan filsafat”, ungkap Arif selaku pengampu mata kuliah filsafat ilmu di beberapa program studi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar mengakhiri.