Mahasiswa UNU Blitar Berziarah ke Makam Sunan Ampel Surabaya
Kamis (12/1/2023), mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar melakukan doa bersama dan mengenang sejarah Islam di makam Sunan Ampel Surabaya. Acara yang didampingi oleh Dr. Arif Muzayin Shofwan, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Agama Islam, Eni Susilowati, M.E., selaku Ketua Program Studi Ekonomi Syariah, dan para dosen ini dilaksanakan setelah berziarah dari makam K.H. Hasan Gipo Ketua PBNU Pertama dan penyandang dana terbesar dalam Komite Hijaz sebagai cikal-bakal berdirinya Nahdlatul Ulama.
Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari kegiatan ini, misalnya pada mata kuliah Islam Nusantara yang bisa dipadukan dengan Aswaja dan Ke-NU-an melalui ketokohan Sunan Ampel dalam menyebarluaskan Agama Islam di Jawa. Selain itu, mata kuliah Sejarah Peradaban Islam yang bisa dipadukan dengan peradaban yang ada di makam Sunan Ampel. Tak jauh dari hal tersebut, penerapan ilmu ekonomi syariah dengan cara mengamati manfaat keberadaan makam Sunan Ampel terhadap perekonomian dari para pedagang di kawasan tersebut.
“Sunan Ampel memiliki nama asli Raden Ahmad Ali Rahmatullah. Sunan Ampel lahir di Campa, Kamboja pada sekitar tahun 1401 M dari keluarga bangsawan. Ayah Sunan Ampel adalah Syaikh Ibrahim Asmarakandi. Sunan Ampel bersama ayahnya datang ke Jawa dan menetap di Tuban pada sekitar tahun 1443 M. Sunan Ampel kemudian membangun masjid sebagai pusat ibadah dan dakwah, serta membangun pesantren. Daerah tempat pesantren tersebut dikenal dengan Ampeldenta sehingga nama Raden Rahmat kemudian dikenal dengan sebutan Sunan Ampel”, ungkap Saifuddin Yusuf dosen Program Studi Ekonomi Syariah.
Salah satu cara dakwah Sunan Ampel yang masih dikenal hingga kini adalah falsafah "Moh Limo", yang artinya tidak melakukan lima hal tercela. Lima perkara itu yang diajarkan dalam falsafah "Moh Limo" adalah: Moh Main (tidak mau berjudi), Moh Ngombe (tidak mau mabuk), Moh Maling (tidak mau mencuri), Moh Madat (tidak mau menghisap candu), dan Moh Madon (tidak mau berzina). Sunan Ampel meninggal pada sekitar tahun 1467 Masehi dan dimakamkan di barat Masjid Agung Ampel Surabaya.
“Rombongan Ekonomi Syariah UNU Blitar tiba di kawasan makam Sunan Ampel sekitar pukul 11.10 WIB. Perjalanan dari area parkir ke makam Sunan Ampel ditempuh dengan berjalan kaki. Di sepanjang jalan, banyak kios pedagang dan pedagang kaki lima yang berjualan berbagai macam hal. Mulai dari makanan seperti kebab, roti maryam, dodol, pernak-pernik, souvenir, peci dan baju muslim khas Timur Tengah. Sebelum berdoa di makam Sunan Ampel, rombongan Ekonomi Syariah UNU Blitar berdoa di makam K.H. Hasan Gipo dan sholat dzuhur berjamaah terlebih dahulu”, ujar Eni Susilowati, M.E., mengakhiri.