UKM Widya Kirana UNU Blitar Tampilkan Tari Saman dalam Satu Abad NU
Hari Senin (13/2/2023) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Widya Kirana Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar yang dibina oleh Ervin Noviana, M.Pd. menampilkan Tari Saman dalam acara Tasyakuran Satu Abad Nahdlatul Ulama yang diadakan oleh PCNU Kabupaten Blitar di Lapangan Bendosewu. Ada dua Tari Saman yang ditampilkan, yaitu Tari Saman Ratoh Jaroe yang merupakan tari Islami dan Tari Saman Abyor yang merupakan tari tradisional Aceh.
Beberapa literatur menyatakan bahwa Tari Saman diciptakan oleh Syaikh Saman, yakni seorang ulama ahli tasawuf yang berasal dari Suku Gayo Aceh Tenggara. Tari Saman merupakan pengembangan dari Tepuk Abe yang banyak diminati masyarakat Aceh. Oleh karena hal tersebut, kemudian Syaikh Saman mengembangkan Tepuk Abe dengan menyisipkan berbagai syair yang berisi puji-pujian kepada Allah SWT. Selanjutnya, Tari Saman ini menjadi media dakwah yang digunakan pada saat itu.
“Sebagaimana tari-tarian yang lain, Tari Saman ini banyak mengandung nilai-nilai keagamaan, pendidikan, sopan santun, etika, kepahlawanan, kekompakan, kebersamaan, semangat gotong royong, dan lainnya”, ungkap Ervin Noviana, M.Pd., selaku pembina tarian tersebut.
Beberapa naskah menyebutkan bahwa Tari Saman pada awalnya hanya boleh dipentaskan pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun seiring berjalannya waktu, tarian ini kemudian dapat dipentaskan dalam acara-acara publik seperti kunjungan tamu, pernikahan, pembukaan festifal, dan berbagai macam acara penting lainnya. Keunikan tarian ini adalah bergerak secara serentak mengikuti harmoni musik dengan gerakan sinkron, harmonis, dan selaras dengan lagu.
“Puji syukur kepada Allah, mahasiswa-mahasiswi kami bisa ikut serta dalam memeriahkan acara Tasyakuran Satu Abad Nahdlatul Ulama yang diadakan PCNU Kabupaten Blitar. Tentu saja hal ini merupakan sesuatu kesempatan yang sangat luar biasa. Mudah-mudahan NU pada abad kedua nantinya akan banyak membawa perubahan yang signifikan guna kemajuannya di masa mendatang, maju dalam segala bidang”, ujar Dr. Arif Muzayin Shofwan, M.Pd, salah satu dosen UNU Blitar pecinta seni dan budaya nusantara.