Peringati Hari PETA, FAI UNU Blitar Ziarahi Makam Guru Spiritual Supriyadi
Pada hari Kamis (16/2/2023) keluarga besar Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar berziarah ke makam Mbah Kiai Alif Ahmad Hasan (Eyang Bendo) yang merupakan guru spiritual Supriyadi. Tak asing bagi telinga warga Blitar bahwa Supriyadi merupakan pahlawan nasional Indonesia yang pernah memimpin perlawanan PETA pada tanggal 14 Februari 1945 dengan jalan kaki mulai Pantai Serang, Gunung Gedang, dan rute lainnya. Perlawanan tersebut dia lakukan sebab tidak tahan dengan kekejaman penjajah Jepang pada rakyat Indonesia. Oleh karena hal tersebut, maka ziarah ini dalam rangka untuk memperingati Hari Pembela Tanah Air (PETA) yang diperingati setiap tanggal 14 Februari,
Dr. Arif Muzayin Shofwan menyatakan bahwa jika kawan-kawan SATKORCAB BANSER Kabupaten Blitar pada hari Rabu 15 Februari 2023 kemarin melakukan napak tilas perjuangan Supriyadi berjalan kaki (45 KM) dengan start monumen Supriyadi Kota Blitar dan finish Gunung Gedang. Begitu pula, jika pada hari Senin 13 Februari 2023 sebanyak duaratus warga Pantai Serang Blitar Selatan napak tilas perjuangan Supriyadi berjalan kaki (35 KM) dengan start kawasan Pantai Serang dan finish monumen Supriyadi Kota Blitar. Maka, kami keluarga besar Fakultas Agama Islam UNU Blitar napak tilas Supriyadi dengan berziarah ke makam gurunya yang bernama Mbah Kiai Alif Ahmad Hasan (Eyang Bendo), beliau inilah tempat curhat Supriyadi ketika melakukan perjuangan.
“Mbah Kiai Alif Ahmad Hasan (Eyang Bendo) merupakan guru spiritual Supriyadi dan salah satu putra dari Eyang Harjo Sentiko yang makamnya satu lokasi dengan Mbah Kiai Hasan Syuhadak dan Mbah Kiai Imam Mustari di Pemakaman Khusus Keluarga yang berada di Tanjungsari Kota Blitar. Dua tokoh tersebut merupakan putra dari Mbah Kiai Raden Muhammad Qasim (Eyang Kasiman) yang menjabat penghulu pertama Kabupaten Blitar tahun 1774 s/d 1820. Jadi, Mbah Kiai Alif Ahmad Hasan yang menjadi guru spiritual Supriyadi ini masih ada hubungan kerabat dengan kedua tokoh tersebut”, ungkap Dr. Arif Muzayin Shofwan selaku Dekan Fakultas Agama Islam UNU Blitar saat menceritakan tentang Mbah Kiai Alif usai berziarah.
Sementara itu, Moh. Mirwan Hariri, M.I.Kom, selaku Ketua Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam FAI UNU Blitar yang juga ikut berziarah menyatakan bahwa berziarah ke makam para nabi, wali, ulama, tokoh pejuang, dan lainnya merupakan ajaran ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyah. Dengan berziarah ke makam ulama atau tokoh pejuang misalnya, penziarah bisa mendoakan kebaikan dan memintakan ampunan kepada mereka. Setelah itu, penziarah bisa tafakur mengambil inspirasi dari perjuangan dan khidmah mereka terhadap agama, nusa, dan bangsa. Inilah makna sejati dalam berziarah kepada tokoh yang memang bisa menginspirasi perjuangan.