UKM Abdi Sunan Kalijaga UNU Blitar Ikuti Pasar Jaranan Festival
Pada hari Jumat (17/2/2023) UKM Abdi Sunan Kalijaga Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar mengikuti acara Pasar Jaranan Festival Parade Jaranan Pelajar dan Jalan Sehat di Lapangan Kelurahan Blitar. Ada 10 sanggar jaranan dari Blitar yang ikut memeriahkan acara tersebut.
“Seni jaranan merupakan kesenian kuda lumping yang mulai muncul sejak abad ke-11 di Wengker (Ponorogo). Sehingga tak heran, hingga kini ketika di daerah Ponorogo ada acara haul seorang ulama atau acara lainnya, seperti Haul Kiai Ageng Muhammad Besari Tegalsari Ponorogo dan acara lainnya juga tetap menggelar seni jaranan dalam rangkaian acaranya”, ungkap Dr. Arif Muzayin Shofwan, M.Pd., ketika diminta berkomentar tentang sejarah seni jaranan.
Ketika dikonfirmasi, M. Khoirul Setiawan, S.Si., selaku Pembina UKM Seni Abdi Sunan Kalijaga UNU Blitar menyatakan bahwa ada 12 mahasiswa UNU Blitar yang ikut memeriahkan acara tersebut. Menurutnya, perlu latihan hingga 10 kali dan memakan waktu sekitar 3 minggu untuk mematangkan tampilannya dalam acara festival ini.
“Kami dari UKM Seni Abdi Sunan Kalijaga UNU Blitar menampilkan Seni Jaranan Kreasi, yakni sebuah tarian jaranan kepang yang di dalamnya kombinasi dari ciri khas gerakan jaranan beberapa daerah di Jawa Timur. Harapan kami, dengan memilih seni jaranan kreasi akan dapat menyatukan dari berbagai gerakan jaranan di Jawa Timur”, ungkap M. Khoirul Setiawan, S.Si.
Sementara itu, Mukti Pangestu selaku Ketua UKM Seni Abdi Sunan Kalijaga menayatakan, “Acara ini sangat mengesankan karena kita dapat ikut serta dalam melestarikan dan mengembangkan budaya jaranan pada generasi penerus bangsa di Kota Blitar. Semoga lebih banyak suport dari beberapa pihak terkait seni jaranan di Kota Blitar dan lainnya”.
“Beberapa mahasiswa UNU Blitar yang tampil dalam acara ini, antara lain: Nanda Kurni Setiawan (Prodi Olahraga), Yongki Hendrawanto (Prodi Olahraga), Siti Musdholifah (Prodi Ilmu Komputer), Ayu Prameswari Maharani (Prodi Ilmu Komputer), Mukti Pangestu (Prodi Komunikasi Penyiaran Islam), dan lainnya yang berjumlah 12 mahasiswa”, ungkap M. Khoirul Setiawan, S.Si., mengakhiri.