KH. Azizi Hasbulloh Berikan Penguatan Aswaja di Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Pada hari Ahad (16/4/2023) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar mengadakan kegiatan pengajian Aswaja dan berbuka bersama dengan tajuk “Ramadhan Sebagai Momentum Penguatan Aswaja” di Aula Lantai III Kampus I dengan nara sumber KH. Azizi Hasbulloh. Sebelum pengajian, diawali shalawatan dari mahasiswa UNU Blitar dan tahlil yang dipimpin oleh Dr. Arif Muzayin Shofwan, M.Pd., selaku dosen Aswaja dan Ke-NU-an.

Dalam makalah yang disampaikan, KH. Azizi Hasbulloh menyatakan bahwa dalam perspektif historis, persentuhan ajaran agama dengan realitas sosial kultural dan perjalanan waktu menjumpai dua kemungkinan. Pertama, ajaran dan dakwah agama mampu memberikan pengaruh bahkan merubah lingkungan sosial kultural. Kedua, ajaran agama atau setidak-tidaknya persepsi dan penghayatan ajaran agama dipengaruhi oleh lingkungan sosial kultural serta perubahan waktu dan tempat.

“Oleh karena itu, ada sesuatu yang urgen yang harus dilakukan generasi Nahdlatul Ulama, di antaranya akademisi harus belajar kepada para kiai, sebaliknya para kiai juga harus belajar kepada akademisi. Kedua hubungan timbal balik tersebut harus dilakukan”, ungkap KH. Azizi Hasbullah yang juga merupakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta.

KH. Azizi Hasbulloh menganalogikan hal tersebut dengan imam madzab yang diikuti Aswaja An-Nahdliyah. Pertama, bidang fikih mengikuti empat madzab, yaitu Imam Syafii, Imam Hambali, Imam Maliki, dan Imam Hanafi. Kedua, bidang akidah mengikuti dua imam, yaitu Imam Abul Hasan Al-Asyari dan Imam Abu Musa Al-Maturidi. Ketiga, bidang akhlak atau tasawuf mengikuti dua imam, yaitu Imam Al-Ghazali dan Imam Al-Junaidi.

“Dari imam madzab yang saya sebutkan, ada yang ulama salaf dan ulama khalaf. Ada Imam Abul Hasan Al-Asyari dan Imam Abu Musa Al-Maturidi yang termasuk ulama khalaf yang diambil sebagai imam madzab sebab memperkuat pendapat-pendapat ulama salaf. Jadi, sama ketika akademisi harus belajar kepada kiai, sebaliknya kiai juga harus belajar kepada akademisi agar saling menguatkan”, ujar KH. Azizi Hasbulloh.

Sementara itu, Moh. Nu’man, MH, selaku penyelenggara dan Ketua LePPA Universitas Nahdlatul Ulama Blitar berharap kegiatan semacam ini akan terus menjadi modal bagi civitas akademika UNU Blitar untuk membangun lembaga ke depan. Menurutnya, sinergi antara kiai dengan akademisi, begitu pula sebaliknya sinergi antara akademisi dengan kiai harus terus ditumbuhkan agar keduanya memiliki titik temu yang signifikan dalam membangun lembaga.