Belajar dari Syaikh Hasbulloh dan Syaikh Dimyati Baran Blitar
Pada hari Selasa (2/5/2023) bertepatan dengan Peringatan Hari Pendidikan Nasional, Dr. Arif Muzayin Shofwan, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar mengajak para kaprodi untuk berziarah ke makam Syaikh Hasbulloh dan Syaikh Dimyati Selopuro Blitar. Beberapa dosen yang ikut ziarah, antara lain Devia Purwaningrum, M.Psi., Muh. Mirwan Hariri, M.I.Kom., Eni Susilowati, M.Pd., dan Setyoadi Pambudi, M.E.
“Syaikh Hasbulloh merupakan ayah dari Syaikh Dimyati. Pada masa itu, Syaikh Hasbulloh sering disebut dengan julukan Kiai Nalindra karena di samping beliau sebagai kiai juga merangkap jabatan dewan legislatif dan kepala Desa Ploso”, ungkap Dr. Arif Muzayin Shofwan.
Sementara itu, Syaikh Dimyati merupakan kiai yang waskita, sabar, santun, dan rendah hati (tawadlu’). Syaikh Dimyati sering disebut dengan Kiai Pandito karena memiliki kebiasaan tirakat yang ketat seperti halnya pandita.
“Syaikh Dimyati memiliki kecenderungan yang kuat untuk mempelajari ilmu agama dan mengamalkannya. Sejak kecil beliau belajar kepada ayahnya sendiri, Syaikh Hasbulloh. Setelah itu, beliau belajar berbagai macam disiplin ilmu agama di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri”, lanjut Dr. Arif menceritakan.
Setamat dari pesantren, Syaikh Dimyati mengabdikan diri di lingkungan masyarakat tempat kelahiran beliau. Beliau sosok yang zuhud, yakni sosok kiai yang lebih memilih meninggalkan kemewahan dunia. Hari-hari beliau dilalui untuk mengabdikan diri kepada Allah dan membantu berbagai macam problem dari semua laipsan masyarakat yang datang kepada beliau.
Selain berziarah ke makam orang tuanya, sosok Syaikh Dimyati merupakan kiai yang gemar berziarah ke makam para wali (auliya’), orang-orang shaleh, dan lainnya. Syaikh Dimyati merupakan kiai yang waskita (ahlul bashirah) dan ilmu laduni. Banyak isarat-isarat beliau menjadi sebuah kenyataan sebagai bukti ketinggian realisasi ilmu hakikat beliau.
“Yang jelas, cinta kepada ahli ilmu dan berziarah makam orang shaleh serta sosok wali seperti Syaikh Dimyati bisa menginspirasi kita semua untuk lebih bersemangat untuk menuntut ilmu pengetahun. Walau mungkin tidak bisa menginsprasi kita untuk tirakat sekuat beliau, minimal kita bisa terinspirasi semangat mencari ilmu pengetahaun, kerendah hatian, dan pengabdian yang ikhlas sebagaimana yang beliau lakukan di lingkungan masyarakat”, kata Dr. Arif mengakhiri.