Kata KH. Masdain, Jangan Sampai Menjadi Orang Mubadzir

Hari Selasa (2/5/2023) Dr. Arif Muzayin Shofwan, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar mengajak para ketua program studi di fakultas yang dipimpinnya untuk melakukan silaturahim, khususnya ke rumah para kiai yang duduk dalam pengurus struktural Badan Pelaksana Pengelola (BPP) Universitas Nahdlatul Ulama Blitar, di antaranya KH. Masdain Rifai Ahyad Kunir Wonodadi Blitar.

Beberapa dosen yang ikut acara silaturrahim tersebut, antara lain Devia Purwaningrum, M.Psi. (Wakil Dekan Fakultas Agama Islam), Muh. Mirwan Hariri, M.I.Kom. (Ketua Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam), Eni Susilowati, M.Pd. (Ketua Program Studi Ekonomi Syariah), dan Setyoadi Pambudi, M.E. (Ketua Program Studi Perbankan Syariah).

Menurut KH. Masdain Rifai Ahyad bahwa dalam berjuang pasti ada pujian maupun celaan, dan tentu hal tersebut merupakan sesuatu hal yang biasa. Justru dengan celaan itulah kita akan menjadi semakin pintar dan cerdas. Bahkan bisa pula kita digunjing di sana-sini. Tetapi hal tersebut tidak masalah. Justru dengan gunjingan itulah yang membuat kita semakin pintar dan cerdas.

“Dalam berjuang kita hanya minta kepada Tuhan, gimana agar kita ini tidak menjadi orang mubadzir, selalu bisa beramal shaleh menurut kemampuan masing-masing. Yang jelas, janganlah kita hidup dunia ini menjadi orang mubadzir, yang tidak bisa memberikan manfaat apapun kepada orang lain”, ungkap KH. Masdain Rifai Ahyad.

Di sela-sela diskusi ringan dalam rangkaian silaturrahim tersebut, Dr. Arif Muzayin Shofwan juga menyatakan bahwa apapun yang dilakukan dalam sebuah perjuangan, kalau memang sudah berjalan pada jalan kebenaran, maka tidak perlu khawatir. 

“Yang penting terus berjuang dan berkhidmah kepada Nahdlatul Ulama, Insya Allah akan ditata sendiri oleh Tuhan. Tidak perlu khawatir”, ujar KH. Masdain Rifai Ahyad menambahkan.

Usai silaturahim, Moh. Mirwan Hariri, M.I.Kom selaku Ketua Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam menyatakan bahwa kegiatan silaturrahim kepada para kiai nantinya harus mendapatkan perhatian secara khusus untuk dilakukan. Menurutnya, silaturrahim semacam ini sangat penting untuk merajut jejaring-jejaring kultural nahdliyin dan nahdliyat yang nantinya ingin berkuliah di Universitas Nahdatul Ulama Blitar.