Kata KH. Azizi Hasbulloh, Kuliah Ibarat Menikah

Pada hari Selasa (2/5/2023) Keluarga Besar Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar sowan kepada KH. Azizi Hasbulloh Selopuro Blitar. Selain sebagai Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang berpusat di Jakarta, KH. Azizi Hasbulloh juga merupakan struktural Badan Pelaksana Pengelola (BPP) Universitas Nahdlatul Ulama Blitar. Beberapa dosen yang sowan, antara lain Dr. Arif Muzayin Shofwan, M.Pd., Devia Purwaningrum, M.Psi., Muh. Mirwan Hariri, M.I.Kom., Eni Susilowati, M.Pd., dan Setyoadi Pambudi, M.E.

“Orang kuliah itu ibarat menikah, yakni menikah itu bisa jadi karena hartanya (li maliha), karena nasabnya (li nasabiha), karena kecantikannya (li jamaliha), karena agamanya (li diniha)”, ungkap KH. Azizi Hasbulloh.

Pertama, karena hartanya (li maliha). Yakni, orang kuliah akan melihat bagaimana kekayaan dan aset yang dimiliki perguruan tinggi. Oleh karena itu, hal ini juga harus menjadi salah satu perhatian bagi pengelola perguruan tinggi.

Kedua, karena nasabnya (li nasabiha). Yakni, orang kuliah akan melihat nasab perguruan tinggi tersebut, bagaimana nasab lulusan mahasiswanya, sudah mendapatkan tempat yang strategis untuk berjuang dan bekerja atau belum, dan lain sebagainya. Untuk melihat nasab perguruan tinggi, tentu perlu waktu yang agak panjang.

Ketiga, karena kecantikannya (li jamaliha). Yakni, orang kuliah juga akan melihat bagaimana keindahan gedung perguruan tinggi, begitu pula juga melihat kecantikan dan keelokan dari segi kualitas sumber daya manusia yang ada di perguruan tinggi tersebut.

Keempat, karena agamanya (li diniha). Yakni, orang kuliah juga akan melihat doktrin keagamaan yang dikonstruk perguruan tinggi tersebut. Apakah perguruan tinggi tersebut berhaluan ahlus sunnah wal jamaah atau lainnya. Bahkan apakah perguruan tinggi tersebut didirikan oleh komunitas tokoh agama ini atau itu, akan menjadi salah satu perhatian dari calon mahasiswa.

Apa yang dinyatakan KH. Azizi Hasbulloh tersebut merupakan sebuah analogi dari hadist Rasulullah SAW berikut, “Wanita itu dinikahi karena empat hal, yaitu karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Namun dari empat hal tersebut yang paling utama harus jadi perhatian adalah masalah agamanya. Maka, perhatikanlah agamanya agar kamu selamat” (HR. Bukhari Muslim).