Silaturrahim Kepada Para Sesepuh di Hari Raya Idul Fitri

Idul Fitri merupakan salah satu hari raya umat Islam di seluruh dunia. Di Indonesia ada tradisi yang sangat bagus bahwa setiap Hari Raya Idul Fitri banyak digunakan masyarakat untuk melakukan silaturahim dari satu rumah ke rumah yang lain. Masyarakat tanpa pandang bulu saling meminta maaf kepada yang lain dan yang lain juga saling memaafkan.

Hari Selasa (2/5/2023) Dr. Arif Muzayin Shofwan, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar mengajak para ketua program studi di fakultas yang dipimpinnya untuk melakukan silaturahim, khususnya ke rumah para kiai yang duduk dalam pengurus struktural Badan Pelaksana Pengelola (BPP) Universitas Nahdlatul Ulama Blitar, di antaranya KH. Masdain Rifai Ahyad, KH. Muhammad Ardani, dan KH. Azizi Hasbulloh.

Islam menganjurkan silaturahim kepada umatnya. Firman Allah SWT, “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kalian saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian” (QS. An-Nisa’: 1).

Ada banyak manfaat silaturrahim yang telah disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW, di antaranya sebagaimana berikut: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah memuliakan tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya dia menghubungkan tali silaturahim. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya dia berkata baik atau diam” (HR. Bukhari Muslim).

Manfaat silaturrahim yang kedua adalah memperlancar rejeki. Sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang senang diluaskan rejekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah dia menghubungkan tali silaturrahim” (HR. Bukhari Muslim).

Ketiga, silaturrahim termasuk amalan yang bisa membawa ke surga bagi siapapun yang mengamalkannya. Diriwayatkan oleh Abu Ayyub Al-Anshari, sesungguhnya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, ceritakan kepadaku amalan yang bisa memasukkan aku ke dalam surga”. Jawab Rasulullah SAW, “Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat (sedekah), dan menyambung silaturrahim” (HR. Bukhari Muslim).

“Setidaknya, kita harus mengagendakan kegiatan silaturrahim setiap Hari Raya Idul Fitri kepada para kiai di hari pertama masuk kuliah. Para kiai merupakan sesepuh kita semua dalam lingkungan lembaga di mana kita berkiprah dan berjuang bersama. Silaturrahim semacam ini akan menjadikan kedekatan fisik dan emosional yang nantinya sangat bermanfaat untuk perkembangan lembaga ke depan”, ungkap Dr. Arif Muzayin Shofwan.