Dosen UNU Blitar Kolaborasi Penelitian dengan Saki Maeta dari Kobe University Jepang
Pada Senin (19/1/2026) Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar meliputi dekan, wakil dekan, dan ketua program studi bersama-sama Saki Maeta dari Kobe University Jepang melakukan penelusuran jejak tokoh Mahaguru Tan Tik Sioe Sian di Goa Pertapaan Tan Tik Siou Sian Desa Sumberagung, Rejotangan, Tulungagung. Penelusuran ini akan menghasilkan luaran berupa artikel kolaborasi antara dosen Universitas Nahdlatul Ulama Blitar dengan Saki Maeta yang merupakan pertukaran mahasiswa di Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Mahaguru Tan Tik Sioe Sian atau yang disebut Romo Moortie, Begawan Bunga Cempaka Cina II, Pangeran Papak, dan sebutan lainnya lahir di Surabaya tahun 11 Juni 1884 adalah sosok spiritual, tabib legendaris, sastrawan yang dipuja banyak kalangan, baik oleh masyarakat Cina maupun Jawa. Mahaguru Tan Tik Sioe Sian tidak pernah makan daging semenjak kecil dan hidup suci melajang (selibat) sepanjang hayat. Bagi sebagian penempuh spiritual, ‘tidak makan daging sejak kecil’ dan ‘hidup selibat’ merupakan tanda-tanda dia menjadi orang suci.
Setelah melakukan pertapaan di beberapa tempat, kemudian Mahaguru Tan Tik Siou Sian berkelana menuju Singapura hingga akhirnya wafat di Penang, Malaysia. Sosok pertapa legendaris tersebut wafat pada usia 45 tahun pada 1929. Beberapa tempat yang disakralkan sebagai petilasan Mahaguru Tan Tik Siou Sian berupa lima mata air suci, di antaranya mata air di Sumberagung Tulungagung, mata air di tengah Kota Banyuwangi, mata air Pacuh Ngancar Kediri, mata air di Karangrejo Tulungagung, dan mata air di Durenan Trenggalek.
“Kami memang mengajak wakil dekan dan seluruh ketua program studi di lingkungan Fakultas Agama Islam untuk melakukan penelusuran jejak Mahaguru Tan Tik Sioe Sian bersama-sama Saki Maeta dari Kobe University Jepang sekaligus sebagai refreshing akhir perkuliahan. Walaupun semua ikut penulusuran Goa Tan Tik Siou Sian, namun nantinya yang akan kolaborasi penelitian hanyalah saya, Moh. Mirwan Hariri dari Program Studi Penyiaran Islam, Saki Maeta, dan Saiful Hakam dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Jakarta”, ungkap Dr. Arif Muzayin Shofwan, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Agama Islam.